Jerawat: Obat Asma Gagal Menopang Pengidap Jerawat

  • Share

Obat asma Zyflo gagal menolong pasien serta jerawat membandel, berlandaskan uji coba tahap menengah yg dilaksanakan oleh perusahaan Critical Therapeutics Inc. Obat, pula dikenal selaku zileuton, kagak lebih bagus di dalam mengendalikan jumlah lesi inflamasi ketimbang plasebo pada bawah statistik perusahaan.
Semasa percobaan duabelas minggu, pasien yg diobati dan Zyflo menjalani pengurangan rata-rata sebelas,lima lesi inflamasi. Itu dibandingkan serta penurunan sembilan,satu lesi pada kelompok pasien lain yg memasang plasebo – jauh mulai pencapaian signifikansi statistik.
Pasien yg diobati beserta plasebo menunjukkan pengurangan enam belas,empat lesi pada kelompok plasebo, membedakan pasien yg diobati dan Zyflo menunjukkan penurunan rata-rata jumlah lesi sebesar 25,tiga.
Perusahaan menyatakan obat tersebut menunjukkan kesamaan kegunaan potensial bagi sebanyak pasien meski juga obat tersebut gagal mencapai tujuan primer uji coba.
Linda Lennox, juru berkata perusahaan, mengucapkan karena itu perusahaan boleh jadi bakal melaksanakan uji coba yg lebih gede buat menguji obat tersebut selaku pengobatan jerawat, memasang informasi yg diperoleh sedari uji coba “bukti konsep” hangat-nyata ini.
Perusahaan yg berbasis pada Lexington, Massachusetts, menerangkan karena itu kalian lantas menganalisis data beserta bertugas ekuivalen bersama mereka penyelidik bagi menginterpretasikan implikasi lebih lanjut.
Zyflo memblokir enzim penyebab peradangan yg disebut lima lipoxygenase (lima-LO). Itu disetujui oleh regulator A.S. pada tahun 1996 bagi merawat pasien asma berusia duabelas tahun ke atas. Pada ketika itu, obat tersebut dimiliki oleh Abbott Laboratories Inc., yg menjualnya semasa sejumlah tahun hampir melisensikannya ke Critical Therapeutics pada akhir tahun 2003.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.