Dan matinya Adobe Flash, halaman di dalam riwayat web berubah

  • Share

Lidah jahat berniat mengutaraka karena itu hari itu sebaiknya datang lebih lekas, melainkan banyak yg kemungkinan hendak menikmati sentuhan nostalgia pada satu Januari. Sedari lepas ini, Adobe mau berhenti mendistribusikan dengan memperbarui perangkat lunak Flash Player. Dua minggu selanjutnya, sedari duabelas Januari, perusahaan AS mau memblokir semua konten yg mengenakan tehnologi ini.
Ini merupakan halaman penutup bermula riwayat web. Adobe Flash Player ialah perangkat lunak yg memungkinkan Saudara memperkenalkan animasi, video, dengan apalagi game yg lebih alias minim dasar pada sebagian gede browser. Semasa bertahun-tahun, Flash diinstal pada sebagian gedhe komputer bersama kompatibel serta browser primer (Mozilla Firefox, Internet Explorer, Google Chrome). Itu mewujudkan teknik paling efisien bagi memperkenalkan video ataupun animasi pada situs Saudara. Hingga 2015, makin tehnologi inilah yg dimakan oleh YouTube, situs berbagi video terbesar pada dunia.
Retrospektif: Hilangnya Flash Player yg tak terelakkan, mantan perangkat lunak andalan web
Lahir tahun 1990-an
Sejarah perangkat lunak ini, diceritakan sampai ke titik kerusakan, dimulai pada awal 1990-an. Pada tahun 1993, tiga publik Amerika, Jonathan Gay, Michelle Welsh serta Charlie Jackson, memulai perusahaan Future Splash, beserta memasarkan SmartSketch, satu buah menggambar perangkat lunak buat komputer. Sarana ini bersama singkat berkembang buat jua menawarkan pengerjaan animasi, beserta serta begitu bersaing dan perangkat lunak lain pada masa itu: Macromedia Wave. Problem ini alhasil berakhir pada tahun 1996 dan akuisisi Future Splash oleh Macromedia, diikuti bersama rilis perangkat lunak hangat: Macromedia Flash.
Selagi hampir sepuluh tahun, Macromedia Flash, perangkat lunak buat mendesain animasi beserta nanti permainan interaktif, beserta Macromedia Flash Player, sarana buat memperkenalkan ciptaan ini pada situs Internet, malah populer. Sampai akuisisi, pada tahun 2005, Macromedia oleh Adobe, senilai sekitar tiga,empat milyar dolar (dua,tujuh milyar euro).
Komunitas amatir yg penuh hasrat
Pada tahun yg ekuivalen, situs YouTube lahir, hari ini untuk menjadi platform video terbesar pada dunia. sejak awal, YouTube telah mengenakan perangkat lunak Adobe Flash Player buat memperkenalkan video terhadap penggunanya. Adopsi ini telah mempercepat popularitas Flash selaku sarana bagi mengirimkan video melalui Internet.
Kecuali pada tatkala yg ekuivalen, sarana Flash, pada akhir 1990-an beserta sekali lagi pada awal 2000-an, mengumpulkan komunitas penggemar yg sangat gedhe. seputar kala ini, ribuan pemakai internet yg ingin menjadikan minifilm animasi sendiri, atau juga video game samar, beralih ke Flash. Serta para berlindung pada situs mungil yg telah untuk menjadi mastodon: Newgrounds. “Flash merupakan sarana kreatip yg selalu ane impikan,” jelas Tom Fulp, pembuat Newgrounds, di dalam wawancara dan Ars Technica. “Itu memungkinkan semua type penduduk melancarkan aktifitas dengan permainan; individu-individu umpama aku yg, tidak menggunakan Flash, tak berniat berada pada tempat kalian sekarang, ”tambahnya di dalam wawancara serta situs Kotaku. Newgrounds, pada kala itu, ialah pasar loak ciptaan amatir, serta banyak game dengan serial animasi yg oleh karena itu kultus umpama halnya karya yg dipertanyakan maupun tercela ala moral.
Mimpi tidak bagus buat keselamatan
Melainkan, Flash tidak cuma tehnologi yg ideal bagi memandang video maupun menjadikan video game, sebaliknya jua perangkat lunak yg mendapatkan reputasi yg sangat jelek pada bidang keamanan komputer. Selaku perangkat lunak yg diinstal pada sebagian gede browser web dengan komputer pada pasaran, Flash metode alamiah telah oleh karena itu sasaran primer kalian peretas.
Selagi bertahun-tahun, terkadang kerentanan keamanan kritis telah didapati serta nanti diperbaiki. Pada 2015, kepala petugas keamanan Facebook Alex Stamos (yg telah meninggalkan perusahaan) kendati menyerukan kematian Flash, mengungkapkan perangkat lunak tersebut memicu terlalu banyak resiko bagi pemakai Internet. “Sempat waktunya bagi Adobe bagi mengumumkan akhir sejak kehidupan Flash,” katanya pada Twitter setelah warta berhubungan dengan gelombang pelanggaran keamanan lainnya.
Pada awal 2010, CEO Apple Steve Jobs menjelaskan di dalam isi surat terbuka mengapa dirinya kagak mengizinkan pemakaian Flash pada iPhone serta iPad, beserta alasan kasus keamanan, antara lain.
Perangkat lunak pada akhir masa pakainya
Untuk menjadi pada ketika 2017 Adobe alhasil mengumumkan matinya Flash pada satu Januari 2021, perangkat lunak itu telah pada akhir masa pakainya. Akibatmulai tatkala itu, baku web telah berkembang. HTML5, bahasa yg dipakai buat mendesain serta mendatangkan halaman Web, sekarang sangat memudahkan bagi mendatangkan video, ataupun buat mengintegrasikan game yg dikodekan di dalam Unity maupun Java, asalkan. Pada 2015, YouTube berhenti memakai Flash bagi Menghadirkan videonya, sekarang mengandalkan

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.