Sektor Pertanian Tumpuan Ekonomi Provinsi Lampung

Hasil komoditas pertanian merupakan tumpuan besar bagi Provinsi Lampung untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan ke III tahun 2020 mendatang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengatakan, meskipun perekonomian Lampung dalam dua triwulan terakhir terus mengalami penurunan, namun sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan yang positif.

"Sejumlah sektor masih tumbuh positif seperti pertanian, perikanan masih memperlihatkan pertumbuhan yang positif, dan kita akan tingkatkan kembali sektor tersebut agar mampu mendongkrak perekonomian Lampung di triwulan ketiga," katanya saat dimintai keterangan, Senin (31/8/2020).

Lanjut Taufik, pertumbuhan perekonomian Lampung pada triwulan ke II bersumber dari hasil pertanian, perikanan, dan kehutanan sebanyak 0,48 persen sedangkan dari informasi dan komunikasi sebanyak 0,53 persen. 

"Kita akan upayakan perbaikannya untuk tahun 2021, pertumbuhan juga sudah kita tetapkan pada kisaran 5 persen, sehingga perlu kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut," timpalnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Fredy mengatakan, untuk menjaga perekonomian Lampung untuk tidak kontraksi pada semester depan, maka pihaknya melakukan beberapa upaya seperti mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu meningkatkan value for money agar kualitas belanja pemerintah lebih produktif, meningkatkan Iklim investasi yang kondusif, meningkatkan daya saing produk ekspor, dan impor yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan daerah terutama bahan baku dan barang modal.

"Selain itu juga penguatan program perlindungan sosial. Termasuk perluasan basis data yang mencakup pekerja sektor informal. Langkah ini dilakukan utamanya untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok yang rentan," bebernya.

Lanjutnya, mendorong  pelaku UMKM melakukan pemasaran online, serta melakukan pembangunan pariwisata Lampung demi membangkitkan kembali sektor pariwisata dengan menerapkan persyaratan dan protokol kesehatan. 

"Juga melakukan peningkatan pemasaran wisata ke organisasi yang sudah pulih, penyediaan insentif untuk paket wisata khusus di destinasi prioritas, dan peningkatan infrastruktur, dan standar layanan," tambahnya.

Sebagai upaya dalam menarik investasi dan menggerakan ekonomi melalui penyederhanaan dan percepatan pelayanan investasi, jaminan kepastian hukum berusaha, kepastian biaya pelayanan, promosi investasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendukung usaha, bisnis dan investasi.

"Adapula Pembangunan Pertanian, dengan implementasi Kartu Petani Berjaya (KPB) sebagai salah satu upaya pemanfaatan sistem teknologi informasi untuk meningkatkan pendapatan menuju kesejahteraan petani  melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis dan terintegrasi dari aspek bibit, pupuk, sarana produksi, permodalan dan pemasaran hasil produksi pertanian," tutupnya. (*)

Sumber Kupastuntas