Klaster KUR Bantu Petani Kembangkan Budidaya Pertanian

Rabu, 4 Mei 2022 13:56 WIB

Klaster KUR Bantu Petani Kembangkan Budidaya Pertanian

INFO NASIONAL- Kementerian Pertanian (Kementan) membuat klaster dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian. Klaster KUR ini membantu memudahkan petani dalam mengembangkan budidaya pertaniannya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengajak para petani Indonesia untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai permodalan utama dalam menumbuhkan ekonomi ditengah upaya paska pandemi. Menurut Syahrul, penggunaan KUR bisa membuat pelaku usaha menjadi lebih berkembang dan bisa membuka banyak lapangan kerja.

"Saya selalu katakan pertanian itu bica lapangan kerja dan dengan adanya KUR, roda perekonomian dasar masyarakat kembali bergerak saat pasca-pandemi ini," kata Syahrul.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengingatkan agar penyaluran KUR jangan sampai salah sasaran ke sektor yang tidak produktif.

Bahkan, Presiden juga mendapat laporan saat ini KUR lebih banyak terserap untuk sektor perdagangan. Untuk itu, Presiden meminta agar KUR bisa terserap lebih banyak ke sektor mikro, khususnya pertanian.

“Sesuai arahan Presiden, KUR memang harus mengena sasaran, terutama sektor yang produktif, terutama pertanian,” ujar Ali.

Menurut Ali, ada beberapa upaya mendukung KUR klaster pertanian. Misalnya, mendorong pembentukan klaster pertanian dengan menciptakan ekosistem di kalangan petani yang mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjaminan kredit sampai proses pemasaran produk pertanian.

"Upaya lainnya adalah mendorong kecukupan aspek teknis mulai ketersediaan bibit, pupuk, teknologi pengolahan hingga pemasaran guna membangun ekosistem terintegrasi. Selain itu, membentuk percontohan klaster pertanian," kata Ali.

Direktur Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP Kementan, Indah Megahwati mengatakan, saat ini juga sedang mengidentifikasi pembentukan 186 klaster di beberapa daerah dengan potensi debitur kecil sebanyak 35.062 orang. Mereka terdiri dari petani dan pelaku UMKM yang terkait dengan sektor pertanian, pariwisata dan lainnya.

Beberapa klaster tersebut antara lain klaster jeruk di Selorejo, Malang; klaster hutan pinus di Ponorogo; dan klaster kakao dan mete di Nusa Tenggara Timur. “Contoh lain klaster padi di Tangerang, yang mengarah pada eduagrowisata. Di Grobogan dan Klaten ada kedelai,” ujarnya.

Indah berharap, dengan KUR ini petani akan lebih mudah mendapatkan permodalan. Bahkan, pihaknya terus bersinergi dengan perbankan untuk membuat model permodalan KUR, salah satunya klasterisasi.

“Kita tahu, sesuai arahan Menteri Pertanian, dengan adanya refocussing anggaran, maka kita harus mencari kiat untuk mendapatkan pembiayaan pembangunan pertanian. Salah satunya, ya KUR ini,” ujarnya.

Ada beberapa tujuan pengembangan KUR klaster pertanian. Pertama, pembentukan klaster pertanian mendorong penyaluran KUR pertanian, karena mengurangi hambatan yang selama ini terjadi. Selain itu juga menciptakan ekosistem dari hulu ke hilir yang terintegrasi secara digital.

“Kita memang telah menyiapkan aplikasi, namanya Simpultan, di mana mana petani, offtaker dan penyalur dijadikan satu dalam ekosistem secara luas. Bisa 10 hektare (ha), 50 ha atau 100 ha, bahkan bisa 1.000 ha,” kata Indah, sambil menambahkan pihaknya telah membuat pilot project di NTT seluas 1.000 ha untuk tanaman pangan.

Kedua, petani dimudahkan mendapatkan akses pembiayaan KUR dari bank. Sebab, klaster pertanian dikelola berkelompok dan dimonitor oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau Poktan/Gapoktan yang berfungsi sebagai distributor sarana produksi pertanian.

Ketiga, BUMDES, Poktan/Gapoktan membantu memasarkan kepada pembeli potensial yang bertindak sebagai offtaker. BUMDES juga mengelola hasil pertanian dan pembayaran pinjaman petani penerima KUR.

Keempat, penyaluran KUR pertanian berbasis klaster juga akan meningkatkan kepercayaan bank untuk menyalurkan kredit kepada petani. “Ini kita sudah lakukan pada tahun 2021. Ada yang model cloose loop atau program Makmur Pupuk Indonesia,” ujarnya. (*)


Berita terkait

Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

5 hari lalu

Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

Food estate menjadi Program Strategis Nasional 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan di dalam negeri.

Baca Selengkapnya

Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

8 hari lalu

Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengklaim tak ada petani food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan yang merugi.

Baca Selengkapnya

Kementan: Pasokan Pangan Asal Ternak saat Nataru Aman

37 hari lalu

Kementan: Pasokan Pangan Asal Ternak saat Nataru Aman

Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan stok pangan asal ternak.

Baca Selengkapnya

Mentan Apresiasi Kinerja Ditjen PKH selama 2022

39 hari lalu

Mentan Apresiasi Kinerja Ditjen PKH selama 2022

Ditjen PKH berhasil memberantas Penyakit Mulut dan Kuku dan melaksanakan program pengembangan peternakan.

Baca Selengkapnya

Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

42 hari lalu

Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

Bank Dunia menyebut ada tiga alasan harga beras di Indonesia lebih mahal dari sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara.

Baca Selengkapnya

Indonesia Kembali Latih Petugas Inseminasi Buatan Palestina

47 hari lalu

Indonesia Kembali Latih Petugas Inseminasi Buatan Palestina

Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

Baca Selengkapnya

Kementan Tegaskan Telah Beli Alsintan Pabrikan Madiun Sesuai Kebutuhan

49 hari lalu

Kementan Tegaskan Telah Beli Alsintan Pabrikan Madiun Sesuai Kebutuhan

Pemerintah melakukan pembatasan pembelian karena mendapat keluhan dari petani.

Baca Selengkapnya

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani Akses lahan Pertanian

51 hari lalu

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani Akses lahan Pertanian

Petani di Jember mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Jalan Usaha Tani.

Baca Selengkapnya

Kementan Gelar Pemeringkatan Informasi Publik Internal

52 hari lalu

Kementan Gelar Pemeringkatan Informasi Publik Internal

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong tiap unit kerja meningkatkan kemudahan akses informasi ke publik.

Baca Selengkapnya

Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

53 hari lalu

Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

Kementan menggandeng 5 pelaku usaha bidang peternakan untuk mendongkrak investasi Penanaman Modal Dalam Negeri.

Baca Selengkapnya