EKONOMI KREATIF JAWA TENGAH

October 3, 2019

Sendhang Kamulyan merupakan area agrowisata yang terletak di Dukuh Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Agrowisata ini menjadi menarik dan terbilang spesial karena merupakan inovasi penggabungan konsep antara edukasi dan agrowisata di lahan kampus.

Sendhang Kamulyan adalah salah satu dari 70 proposal skim Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang lolos didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2019 di tingkat nasional dan satu-satunya di Universitas Sebelas Maret (UNS).

Program ini beranggotakan Mei Tri Sundari, S.P., M.Si, Dr. Suminah, M.Si, Raden Kunto Adi, SP., MP. dan Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si. “Agrowisata ini menjadi satu hal dan daya tarik baru bagi Universitas Sebelas Maret dan bagi daerah Jumantono itu sendiri,” terang Mei Tri Sundari, Kamis 3 Oktober 2019.

Bukan hanya sekadar pengembangan konsep agrowisata, adanya program ini juga memberi manfaat dari mahasiswa mampu menjadi technopreneur yang unggul. Sehingga tidak hanya menguasai teori, tapi juga mampu menangkap peluang bisnis dari teknologi bidang pertanian.

“Dengan adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan income generating perguruan tinggi dan mahasiswa setelah lulus dapat membuka lapangan kerja sehingga tercipta wirausaha muda, mandiri dan sukses,” tandasnya.

Dikatakan, Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris yang subur terancam kehilangan mimpi mewujudkan kedaulatan pangan di masa mendatang. Hal ini dikarenakan jumlah petani dan lesunya minat anak muda bergelut di sektor pertanian.

Untuk itu sudah saatnya pertanian bertransformasi. Kampus juga diharapkan mampu memberikan inovasi terbarukan dengan dikembangkannya riset–riset berkualitas untuk menghasilkan teknologi pertanian modern serta berkelanjutan. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah sektor agraris.

Sektor pertanian adalah bisnis yang menjanjikan. Karena menyangkut sektor kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan teknologi pertanian modern dan kemasan yang kekinian, sektor pertanian menarik generasi muda untuk belajar lebih banyak tentang dunia pertanian.

Hal ini sudah dibuktikan Teuku Afrizal, PhD dari Borneo Research Intitute for Indigenous Studies Universiti Sabah Malaysia. Dia kunjungan ke Sendhang Kamulyan tanggal 11 September 2019.

Nama Sendhang Kamulyan diambil dari dua kata yaitu Sendhang dan Kamulyan. Sendhang adalah sebutan untuk mata air yang ada di Jawa, dan air adalah sumber kehidupan. Kamulyan berarti kemuliaan, sehingga Sendhang Kamulyan bermakna sebagai sumber kemuliaan.

“Diharapkan tempat ini bisa menjadi sarana berbagi ilmu, berbagi rejeki, berbagi kemakmuran dan meraih keberkahan,” terangnya.

Gemercik air dari kolam ikan, lenggak lenggok ikan berenang dan kesegaran tanaman yang terlihat ijo royo-royo akan menyambut siapa saja yang hadir sebagai bentuk ucapan selamat datang. Area agrowisata yang berada di pinggir kota menjadi perpaduan yang pas bagi pengunjung untuk sejenak dapat melepas penat setelah melaksanakan rutinitas yang melelahkan.

Bukan hanya itu, pengunjung juga dapat rekreasi edukasi yang menyenangkan bersama sanak keluarga dengan memanen sendiri tanaman dan ikan yang diinginkan. Mulai mentimun, terong, cabe, labu, melon, ikan nila dan sayur serta buah-buahan lainnya, karena tak lengkap rasanya bila datang ke agrowisata tanpa menikmati sensasi ‘petik sendiri’ apa yang ditanam ditempat tersebut.

Sembari memetik hasil panen yang ada, pengunjung dapat melakukan swafoto (selfie) maupun secara bersama-sama (groufie) karena Sendhang Kamulyan disiapkan sebagai agrowisata yang indah dan tentunya Instagramable. Bagi masyarakat yang ingin belajar tentang konsep pertanian terpadu, hidroponik dan perikanan Sendhang Kamulyan juga menyediakan paket pelatihan. (Rohimah)

Tags: inovasi desapertanian modernsendang kamulyanuniversitas sebelas maret

Sumber: http://tepianindonesia.com/index.php/2019/10/03/sendang-kamulyan-inovasi-universitas-sebelas-maret-di-karanganyar-menuju-pertanian-modern-dan-kekinian/

Sendang Kamulyan, Inovasi Universitas Sebelas Maret di Karanganyar Menuju Pertanian Modern dan Kekinian

Tinggalkan Balasan